PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN TERNAK SILASE DAN AMONIASI JERAMI PADI DI KEBUN GIZI NEE MOK, DESA SANGGAOEN

  • Oct 21, 2025
  • Desa Sanggaoen

Desa Sanggaoen, 20 Oktober 2025 – Dalam upaya meningkatkan kapasitas peternak lokal serta mendukung ketahanan pangan berbasis ternak, Pemerintah Desa Sanggaoen bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak Silase dan Amoniasi Jerami Padi yang bertempat di Kebun Gizi NEE Mok Desa Sanggaoen Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 20 (dua puluh) orang peternak dari 8 (delapan) dusun di Desa Sanggaoen. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Desa Sanggaoen, perwakilan Dinas Peternakan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sanggaoen menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program penguatan ketahanan peternakan desa, dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan. “Kebun Gizi NEE Mok Desa Sanggaoen tidak hanya menjadi sumber pakan, tapi juga pusat pembelajaran. Dengan silase dan amoniasi jerami, kita bisa mengatasi kelangkaan pakan di musim kemarau,” ujarnya.

Materi pelatihan disampaikan oleh tim teknis dari Dinas Peternakan, yang menjelaskan secara teoritis dan praktis tentang teknik pembuatan silase dan amoniasi jerami padi, mulai dari pemilihan bahan baku seperti rumput odot, batang jagung, jerami padi, gula air, pupuk urea hingga penggunaan bahan fermentasi. Para peserta juga diajak langsung untuk mempraktikkan proses pencacahan, pencampuran bahan tambahan, hingga proses fermentasi dalam wadah silase sederhana.

Menurut salah satu peserta, pelatihan ini sangat bermanfaat. “Biasanya di musim kering kami kesulitan cari pakan. Sekarang kami tahu cara mengawetkan pakan dari sekarang,” kata Oskar Ndolu, seorang peternak dari Dusun Leteklain.

Di akhir pelatihan, peserta mendapatkan modul singkat serta bibit rumput unggul untuk ditanam di lahan masing-masing sebagai langkah awal kemandirian pakan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peternak dapat mengadopsi metode silase dan amoniasi jerami padi dalam sistem peternakan mereka, sehingga dapat meningkatkan produktivitas ternak dan mengurangi ketergantungan pada pakan instan dari luar daerah.